Laman

Minggu, 10 September 2017

Kitabu Tauhid - Syirik sebab menjadikan ulama atau pemimpin sebagai sesembahan selain Allah

Silahkan simak dan download kajian Kitabu Tauhid - Bab Syirik sebab menjadikan ulama atau pemimpin sebagai sesembahan selain Allah yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Daarus Salaf Bukit Kencana Meteseh Semarang.

Pembahansan :

  • [00:00] Review pembahasan yang telah lewat
  • [06:17] Barang siapa yang taat kepada Ulama atau pemimpin didalam mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah, atau menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah, maka sungguh dia telah menjadikan  ulama atau pemimpin tersebut sebagai sesembahan dan tandingan selain Allah. Dan dia terjatuh pada kesyirikan.
  • [08:07] Hadist dari Ibnu Abbas : "Hampir-hampir batu-batu itu dijatuhkan pada kalian, telah jelas perkara dari perkataan dan perbuatan Nabi, sedangkan kalian malah mengambil ucapan  Abu Bakar dan Umar". Penejelasan didalam Syarah Qoulil Mufid bahwa Abu Bakar dan Umar adalah orang yang mulia di kaum ini, sampai Nabi pernah mengatakan "Barang siapa yang mengikuti Abu Bakar dan Umar, maka dia akan mendapat petunjuk", tetapi lafat seperti ini bukan berarti dianggap mutlak. Jika dijumpai beberapa ucapan dan pendapat mereka yang belum jelas atau belum sampai pada ucapan Nabi, maka tentunya kita dahulukan ucapan dari Nabi.
  •  [24:35] : Penjelasan Hadist dari Imam Ahmad pada Syarah Fathul Majid : "Aku merasa heran dengan suatu kaum yang sudah tahu sanad/ ilmu hadist, tetapi mereka malah mengambil pendapatnnya Sufyan Atsauri".
  • [39:20] Hadist dari Adi bin Hatim :  "Nabi membacakan sebuah ayat yang menjelaskan bahwa mereka ahli kitab telah menjadikan pendeta-pendeta dan Ahli Ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah".
  • [01:02:58] Jawaban dari pertanyaan "Sekarang ini banyak kita jumpai dai-dai atau penyeru dakwah yang dengan sengaja membuat penafsiran di dalam Al Quran maupun hadist sehingga menjadikan subhat perkara yang Halal menjadi Haram dan sebaliknya, Apakah orang-orang yang mengikuti dai tersebut bisa disamakan dengan Hadist dari Adi bin Hatim (mereka telah menjadikan ulama mereka sebagai sesembahan selain Allah)" ?. Jawab : telah dijelaskan oleh Syaikh Al Utsaimin dalam syarah beliau bahwa terdapat tiga keadaan dalam masalah ini. Pertama : jika dia ridho mengikuti ulama tersebut maka bisa terjatuh kepada kesyirikan dan ini adalah keadaan yang berbahaya. Kedua : dia mengikuti ulama, dan dia ridho bahwa hukum Allah (Al Quran dan Sunnah) itu lebih benar dari pada hukum dari ulama mereka, akan tetapi karena desakan hawa nafsu dia lebih memilih mengikuti hukum ulama mereka, maka dia tidak kafir, tetapi mereka masuk dalam kefasikan dan berbuat maksiat.Ketiga : dia mengikuti karena bodoh, jika memang dakwah belum sampai padanya maka dia dimaafkan, akan tetapi jika telah sampai dakwah dan ajakan padanya kemudian dia bermalas-malasan tidak mau belajar, maka dia terjatuh pada dosa.

[ 01:07:26 | 11.8 MB ]  -  Download

Al Kabair Bab Sifat Kikir bagian II

Silahkan simak dan download kajian Al Kabair - Bab Sifat Kikir Bagian II yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Daarus Salaf Bukit Kencana Meteseh Semarang 


[ 20:54 | 3.6 MB ]  -  Download


Minggu, 03 September 2017

Aqidah Tohawiyah - Bab Larangan khuruj (memberontak) kepada pemimpin

Silahkan simak dan download kajian Bab Larangan khuruj (memberontak) kepada pemimpin yang disampaikan oleh  Ustadz Abu Abdirrohman Utsman Wahyudi di Masjid Daarus Salaf Bukit Kencana Semarang. 

Pembahasan:

  • [00:00] : Review pembahasan yang telah lewat

  • [09:58] : Matan Aqidah tohawiyah, larangan memberontak kepada pemimpin/penguasa, walaupun mereka berbuat kejahatan dan kedholiman, kecuali dengan syarat-syarat yang sangat ketat pada pembahasan berikutnya.

  • [14:39] : salah satu golongan yang mendapat naungan dari Allah di akhirat adalah imam/pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil disebutkan paling awal dalam golongan yang mendapat naungan Allah karena manfaatnya pemimpin yang adil adalah umum untuk seluruh manusia.

  • [17:15] : Penjelasan taat kepada ulil amri (pemimpin ) pada surat Annisa : 59.

  • [24:13] : Definisi yang jelas tentang Ulil Amri / pemimpin. Ulil Amri tidak harus berbentuk kekholifahan, karena sekarang ini bentuk kekholifahan sudah tidak ada. Adapun jika dijumpai adanya pengakuan kekholifahan maka itu adalah pengakuan sesuai kehendak mereka dan orang-orang yang sepakat dengan mereka.

  • [25:25] : Penjelasan Syaikh Al Utsaimin dalam Syarah Mumti Juz-I / Hal.323 bahwa imam/pemimpin yang wajib ditaati tidak harus berbentuk kholifah, karena imam yang paling tinggi/kekholifahan telah hilang bertahun-tahun yang lalu. Adapun di zaman sekarang dijumpai golongan-golongan yang mengangkat amir dan berbaiat kepadanya, setiap kelompok merasa bangga dengan kelompok serta pemimpinnya, maka ini adalah perkara yang batil dan sesat.

  • [31:10] : syarat-syarat diperbolehkannya khuruj dari ketaatan kepada pemimpin

  • [55:22] : perintah untuk mengikuti Sunnah Nabi dan definisi Sunnah

  • [01:07:25] : beberapa kisah orang-orang yang langsung mendapatkan siksa dari Allah di dunia sebab sengaja menyelisihi sunnah 



[ 01:21:32 | 11.7 MB ]  -  Download